Tampilkan postingan dengan label Hijab Syar'i. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hijab Syar'i. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2015

Hijab Syar'i dan Tabarruj


hijab syar'i, jilbab segi empat tebal lebar
Hida Butik, Produsen Hijab Syar'i

            Setiap muslim dan muslimah pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah hijab syar'i. Menurut bahasa Arab, hijab berarti penghalang. Beberapa negara Arab dan negara barat yang lain mengatakan hijab adalah kerudung yang dipakai wanita muslimah yang lebih dikenal dengan jilbab. Namun jika sesuai dengan keilmuan Islam, hijab berarti tata cara berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama.

            Saat membahas hijab syar'i, tak luput dari bahasan tentang tabarruj. Hijab syar'i dan tabarruj merupakan dua hal pembahasan yang bersandingan sebagai suatu kelengkapan dalam meraih kesempurnaan dalam berhijab.

Apa sih tabarruj itu?

”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)

            Tabarruj adalah segala upaya yang dilakukan oleh wanita dalam menampakkan kecantikannya di depan laki-laki yang bukan mahram. Beberapa hal yang termasuk tabarruj adalah memakai pakaian yang ketat atau membentuk lekuk tubuh, transparan, pakaian yang tidak menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, memakai make-up atau perhiasan yang berlebihan ketika keluar rumah.

            Setiap muslimah harus berhati-hati ketika mengenakan hijab untu keluar rumah. Jangan sampai hijab yang dipakai menimbulkan tabarruj yang akan mengundang perhatian, hingga mengundang syahwat bagi lawan jenis. Astaghfirullaha'adziim, semoga Allah menjauhkan kita dari yang demikian. Zaman sekarang, trend mode terus berkembang. Berpenampilan mengikuti mode tidak lah salah, selama mode yang diikuti tidak melenceng dari tuntunan agama.

            Hijab syar'i dan tabarruj, keduanya menjadi perhatian penting. Maksud perhatian di sini adalah dalam memakai hijab syar'i, jangan sampai menimbulkan tabarruj yang membahayakan muslimah itu baik dunia maupun akhirat. Kenapa demikian? Hijab yang berlebihan yang mengundang syahwat, bisa mengundang kejahatan. Selain itu, juga menimbulkan dosa jika si pemakai hijab memiliki rasa bangga berlebihan terhadap pakaian yang dikenakan atau pun bangga menjadi pusat perhatian.

            Wanita adalah perhiasan, dan sebaik-baik wanita adalah wanita sholehah yang mampu menjaga kehormatan diri, agama, di mana pun berada. Larangan tabarruj bukan berarti wanita dilarang berdandan. Memakai make up, perhiasan, diperbolehkan bagi wanita asalkan sederhana, tidak berlebihan, dan tidak ditujukan untuk menarik perhatian lawan jenis.

            Seperti halnya memakai parfum yang lembut untuk menutupi kekurangan diri seperti bau badan, ini diperbolehkan. Memakai cincin sederhana, juga diperbolehkan. Karena yang dimaksud tabarruj adalah berhias berlebihan atau berdandan berlebihan yang bisa menimbulkan syahwat pada lawan jenis.

            Bagaimana agar kita terhindar dari tabaruj? Hijab syar'i adalah solusinya. Antara hijab syar'i dan tabarruj ini,  keduanya boleh dilakukan hanya oleh seorang istri terhadap suaminya. Memakai make up dan perhiasan yang cantik, indah, demi menyenangkan suami adalah ibadah dan berbuah pahala. Berbeda lagi ketika keluar rumah, wanita harus menjaga kesederhanaan, menutup aurat, boleh berdandan namun tidak berlebihan. Allah sangat menyukai keindahan. Seperti kebersihan, kerapian, sehingga hal ini harus diutamakan.


            Subhanallah, begitu mulianya Islam mengatur segala urusan ummatnya. Semua ini semata-mata demi ummat muslim itu sendiri agar selalu sehat, aman dengan menjaga hijabnya. Janganlah kita mengikuti budaya-budaya yang dilarang di dalam Al qur'an. Jagalah diri kita, generasi kita, dari perkembangan mode yang tidak sesuai tuntunan syariah Islam. Biasakan diri kita dan generasi kita mulai dari rumah, biasakan sejak dini, untuk memakai pakaian atau hijab yang syar'i agar kita selamat dunia dan akhirat serta memperoleh keberkahan. Aamiin. Afwan kabiir, barakallahufiikum.

Minggu, 15 Maret 2015

Kriteria Hijab Syar'i

jilbab syar'i, gamis syar'i, hijab syar'i
Hida Butik, produsen hijab syar'i

            Subhanallah! satu kata untuk Islam, yang mengatur seluruh segi kehidupan ummat manusia. Aturan membuat manusia hidup memiliki arahan, pegangan serta tujuan. Mengetahui batas-batas mana yang baik dan boleh dilakukan, begitu juga sebaliknya, mengetahui batas-batas mana yang tidak baik dan tidak boleh dilakukan.  Salah satu tuntunan Islam yang sangat penting adalah bagaimana manusia harus menutup aurat. Bagimana memakai kriteria hijab syar'i?

            Islam mengatur urusan menutup aurat ini tentulah dengan tujuan yang mulia. Salah satu di antaranya adalah demi menjaga keselamatan akhlak hingga keselamatan diri manusia tersebut. Islam memberikan tuntunan yang berbeda bagian tubuh mana saja yang harus ditutup oleh laki-laki dan bagian mana saja yang harus ditutup oleh perempuan. Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. Sedangkan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

            Aurat ini lah yang wajib ditutup agar manusia memperoleh keselamatan di dunia juga di akhirat.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur : 31)

Suatu ketika datanglah anak perempuan dari saudaraku seibu dari ayah ‘Abdullah bin Thufail dengan berhias. Ia mengunjungiku, tetapi tiba-tiba Rasulullah saw. masuk seraya membuang mukanya. Aku pun berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, ia adalah anak perempuan saudaraku dan masih perawan tanggung.” Beliau kemudian bersabda, “Apabila seorang wanita telah balig, ia tidak boleh menampakkan anggota badannya kecuali wajahnya dan ini.” Ia berkata demikian sambil menggenggam pergelangan tangannya sendiri dan dibiarkannya genggaman telapak tangan yang satu dengan genggaman terhadap telapak tangan yang lainnya). (HR Ath-Thabari).
          
  Berikut ini adalah beberapa kriteria hijabsyar'i :
1. Jilbab harus lebar, menjulur sampai menutup dada
2. Baju harus longgar, tidak membentuk lekuk tubuh
3. Kain atau bahan yang digunakan tebal, tidak temerawang atau tembus pandang
4. Baju yang dipakai wanita tidak boleh menyerupai laki-laki
5. Jilbab tidak berpunuk unta
6. Jilbab dan baju atau gamis sederhana, tidak berlebihan dalam warna atau model sehingga tidak menimbulkan tabarruj
7. Berkaos kaki untuk wanita

            Sudah sangat jelas sekali, Allah memerintahkan ummatNya untuk menjaga diri salah satunya dengan memberikan batasan-batasan yang baik dan diperbolehkan dalam Islam. Oleh karena itu, setiap diri kita harus melaksanakan tuntunan ini sebaik-baiknya agar mendapatkan ridho Allah serta berharap syurga. Allah sudah menunjukkan kriteria hijab syar'i melalui penjabaran yang detail di dalam Al qur'an serta hadits-hadits nabi. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak melaksanakan perintah Allah yang mulia ini. Semuanya tentu demi keselamatan kita di dunia serta di akhirat. Yuuuk, kita cek lagi, apakah hijab kita sudah syar'i? kalau belum, segera berhijrah ke hijab syar'i yaa, karena ini adalah perintah Allah SWT. Afwan kabiir, barakallahufiikum.

www.hidabutik.blogspot.com